Wednesday, December 28, 2011

Kau dan aku


3 tahun sejak kau pergi tinggalkan aku,

tapi ternyata bayangmu masih saja terus menghantuiku
entah apa yang telah kamu perbuat pada hidupku
hingga aku tak bisa melupakanmu sedetikpun dalam hariku
kau sayangi aku ,
kau buat aku merasa penting dalam hidupmu,
kau buat aq merasa tak ingin melepaskanmu seumur hidup.
kenapa kau buat aku seperti ini.
kau pergi begitu saja tanpa sepatah katapun.
sakit hati ini.




tapi apa daya itulah kenyataan yang harus aku lalui.
terbayang saat kita pertama berjumpa kau sengaja menjebak temanmu sendiri untuk bisa berkenalan denganku, saat setelah  berkenalan kau semakin merapatkan dirimu , kau menjadi teman dekatku, kau menjadi tempat ternyaman untukku, kau mendengar semua keluh kesahku, dan saat kau nyatakan perasaanmu betapa bingungnya diriku, betapa malunya diriku karna kau menyatakan
 perasaanmu di depan kelas, yah saat itu malu, bingung bercampur senang lah yang aku rasakan. dan aku pun menerimamu kau kecup kening ini saat aku bilang ya untuk pernyataanmu, aku masih sangat ingat bagaimana kau mengekpresikan kegembiraanmu kau memeluk mereka semua, dan aku hanya melihatmu sambil tersenyum.
ahhh masa lalu ..tak terasa setitik air menyusuri pipiku.
mengingatmu menyakitkan tapi aku juga tak ingin kenangan itu hilang dari hidupku.
ku kembali menyusuri taman ini. taman yang selalu kita lewati saat pulang sekolah, kau selalu menggandeng tanganku kadang kau tersenyum padaku dan aku hanya tersipu malu melihatmu tersenyum kepadaku.
kamu cerewet ya itulah kamu, kamu selalu menceritakan apa yang kamu alami, kadang hal hal yang tidak penting pun kau ceritakan, tapi entah kenapa aku menyukainya, aku tak  pernah bosan mendengarkanmu.
justru ketika kau terdiam aku merindukan celotehanmu. 
tempat itu....
yaa disitulah kita sering duduk berdua, kadang ku bersandar di bahumu dan kepalamu bersandar di kepalaku, kadang kau ucapkan kata romantis yang membuatku tersenyum. kau buat perasaanku terasa sangat nyaman di dekatmu.
tak kadang pula kau menjahiliku . menurutku kamu punya dua kepribadian , pribadi yang dewasa dan pribadi yang kanak2.
tapi justru itu yang membuatku tak pernah bosan bilang di dekatmu.
kau buatku selalu tertawa.
banyak sekali kenanganku denganmu di taman ini.
ku ambil tempat di bawah pohon yang rindang ini untuk sejenak mengistirahatkan pikiranku. angin yang semilir menerpa wajahku , suara daun bergesekan, dan suara gemericik air dari air mancur taman ini. kutarik nafas panjang berkali kali. nyaman sekali..
itu lah yang kamu ajarkan ke aku."jika kau merasa sedih duduklah di sini, tarik nafas panjang ..tarikk...lepaas...tarikk..lepaas... tapi jangan kelepasan ya,, hahaha,,"
tawa jahilnya pun masih bisa aku dengarkan di telingaku.
tawaku pun mengembang meskipun air mata tak berhenti dari muaranya.
ku ingin bertemu denganmu , melihatmu tertawa , melihatmu tersenyum, melihatmu marah..

tapi semua tak kan mungkin terjadi karna sekarang kamu sudah berada di dunia lain dunia yang tak sama denganku.
sejak peristiwa yang merenggut mu semua impian tentangmu ikut terenggut.
tenanglah di sana sayang..
tawamu senyummu adalah bagian terindah di hidupku..
dan terima kasih kamu sudah memberikan itu semua padaku

No comments:

Post a Comment